Seorang pria asal
Dubai terpilih menjadi salah satu nomine yang akan pergi ke Mars dan
takkan kembali lewat misi Mars One. Ia menjadi satu di antara 1.057
orang yang terpilih, mengalahkan hampir 200.000 orang lainnya.
Khalid Al Jaaidi, nama pria asal Dubai itu, aslinya adalah seorang
desainer grafis. Kini, ia masih berusia 21 tahun. Ia memutuskan untuk
melamar ke misi Mars One karena keinginannya untuk bertualang.
"Penjelajahan dan rasa penasaran adalah faktor utama yang memengaruhi keputusan saya," katanya dalam wawancara dengan Gulf News, Rabu (15/1/2014).
Khalid merasa sedih bahwa dia terlahir di Bumi, dunia di mana
hampir segala hal sudah ditemukan. Ia tergoda untuk menjelajah wilayah
lain, menemukan apa yang diciptakan Tuhan di tempat lain.
"Jantung saya terasa berdetak kencang mengetahui fakta bahwa
eksplorasi antariksa adalah bentuk baru penjelajahan, dan akan terjadi
pada dekade ke depan, dan saya menjadi salah satu bagiannya," urainya.
Misi ke Mars yang akan membawa Khalid adalah Mars One, organisasi
Belanda bernama sama yang salah satu pendirinya adalah Bas Lansdrop.
Misi itu rencananya akan diberangkatkan pada tahun 2025.
Tujuan misi Mars One adalah memulai membangun koloni pertama di
Mars. Manusia yang dibawa dalam misi itu takkan kembali ke Bumi, diberi
tugas untuk mulai membangun tempat tinggal, bertani, serta mencari
sumber energi.
Khalid mengetahui bahwa dirinya terpilih sebagai salah satu nomine yang akan pergi ke Mars ketika menerima e-mail dari Mars One, 30 Desember 2013 lalu.
Ketika menerima e-mail, ia mengambil screenshot dari e-mail itu dan mengirimnya pada keluarganya. Selama seminggu, keluarganya menganggap bahwa e-mail itu guyonan. Hingga kemudian ayah dan ibunya sadar bahwa hal itu serius.
Khalid berdiskusi lama dengan keluarganya. Ayahnya tak bermasalah
dengan rencananya. Namun, ibunya menganggap rencananya tersebut adalah
yang paling gila.
"Dia (ibu Khalid) mengatakan bahwa bahwa dia tak percaya rencana
itu dan meminta saya untuk terus bermimpi tentangnya," terang Khalid.
Ketika memberi tahu kawan-kawannya, Khalid bercerita bahwa sebagian
besar dari mereka merasa terkejut sekaligus bangga. Namun, ada satu
temannya yang terus membujuknya untuk tak berangkat.
"Jangan pergi dan aku akan memberikan kepada kamu semua bar di
Mars, Bounty, Twix, dan Galaxy yang kamu inginkan," ucap Khalid
menirukan ucapan rekannya.
Namun, Khalid tak peduli. Ia tetap mantap dengan keputusannya pergi ke Mars. Bahkan, ketika ditanya Gulf News tentang kemungkinannya jatuh cinta, ia mengatakan, "Saya sudah jatuh cinta dengan Mars."
Khalid kini tengah mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis. Sudah setahun absen dari gym, ia kini kembali melatih badan. Ia merasa beruntung bahwa bos di tempatnya bekerja mendukung rencananya.
Khalid mengakui bahwa kadang ia berpikir untuk membatalkan
rencananya. Namun, ketika terpikir, Khalid selalu berusaha ingat akan
mimpi menjelajah Mars.
Selain Khalid, orang lain yang juga terpilih sebagai nomine yang
akan pergi ke Mars adalah Gillian Finnerty, seorang mahasiswa
astrofisika, dan Danielle Potter, post-graduate riset kanker di Manchester.
Khalid belum tentu pergi ke Mars. Mars One masih akan menyaring
lagi untuk mendapatkan kandidat terbaik di antara 1.057 orang yang telah
terpilih. Belum ditentukan berapa orang yang nantinya akan dipilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar