Rabu, 22 Januari 2014

Kapsul penyelamat bencana tsunami

Di Jepang telah diciptakan kapsul penyelamat bencana tsunami. Kapsul dengan diameter 1.2 meter ini dirancang oleh Cosmo Power dari Jepang sebagai tempat penampungan darurat terapung yang mampu menampung hingga empat orang dewasa.
Co-presiden Cosmo Power, Shoji Tanaka, (lelaki dalam gambar di atas) terinspirasi untuk membuat kapsul yang dinamakan Noah ini oleh kekacauan yang disebabkan oleh bencana gempa dan tsunami Great East Japan Earthquake pada 11 Maret 2011. Hampir 20.000 orang didaftar sebagai tewas atau hilang akibat bencana tersebut. Tentunya beberapa diantara mereka yang hilang bisa bertahan hidup dengan bantuan sebuah kapsul kecil terapung seperti Noah. Dan jika tsunami berikutnya mungkin terjadi, banyak nyawa yang akan mampu diselamatkan.
Kapsul ini terbuat dari fiberglass yang disempurnakan dan dicat kuning cerah untuk kemudahan mengidentifikasi oleh tim penolong. Cosmo Power, produsen generator Jepang, telah menjuluki kapsul ini sebagai “Noah” karena dianggap menjadi miniatur bahtera yang dapat digunakan dalam kasus banjir parah.
Begitu masuk ke dalamnya, mereka yang tidak memiliki claustrophobia akan menemukan sedikit kenyamanan dari kapsul ini, yang hanya ada gagang untuk berpegangan yang terbuat dari logam saja.
Menurut Shoji Tanaka, kapsul ini telah melewati tes uji coba kecelakaan dan sekarang tersedia untuk dijual.
Dengan hanya 10 karyawan yang terlibat dalam produksi kapsul Noah di pabrik Hiratsuka milik Cosmo Power di barat Tokyo, perakitan kapsul berbentuk bola ini berjalan agak lambat. Namun, meskipun harganya masing-masing 300.000 Yen (sekitar 3.900 $), perusahaan ini memiliki 600 pesanan dengan 2 kapsul yang telah dikirimkan.

New Balance: MRL996 25th Anniversary Capsule Collection

Tim divisi Jepang dari New Balance akan meluncurkan koleksi kapsul terbarunya, yaitu model MRL996. Adapun, koleksi kapsul tersebut diluncurkan dalam rangka merayakan anniversary ke 25 bersama empat retailer Jepang terkenal yakni BEAMS, Beauty & Youth, Journal Standard dan TOMORROWLAND.
Masing-masing toko diataslah yang telah mendesign keempat sepatu dalam koleksi kapsul New Balance New MRL996 yang kali ini menggunakan midsole REVlite. Koleksi tersebut akan dirilis pada tanggal 10 Agustus 2013 baik online maupun retailer pilihan.
New-Balance-996-25th-Anniversary-00 New-Balance-996-25th-Anniversary-1 New-Balance-996-25th-Anniversary-2 New-Balance-996-25th-Anniversary-3 New-Balance-996-25th-Anniversary-4


Mau Tidur Bersama Hatsune Miku ? Inilah Caranya

Bagi para pencinta Hatsune Miku, apakah kalian pernah membayangkan sebelumnya jika saat kalian membuka mata ataupun sebelum menutup mata untuk tidur terdapat sosok Hatsune Miku di sisi kalian? mungkin sulit untuk membayangkannya bukan, tapi dengan sebuah teknologi cerdik dari Jepang impian untuk membuat Miku tidur di sisi kalian akan menjadi kenyataan.
blog_20131006_2Nama alat tersebut adalah Sleep Together App, di desain oleh perusahaan Nico Nico Douga, Negipoyoshi. Teknologi ini merupakan langkah besar bagi Nico Nico Douga untuk menaikkan image perusahaan karena hampir dipastikan bahwa seluruh Miku Lovers dengan sukarela akan merogoh kocek berapapun demi sebuah alat yang dapat membuat dirinya selalu berada di sisi idolanya.
Orlovsky_and_Oculus_Rift Lalu bagaimana cara menggunakan Sleep Together App, pertama kalian memerlukan Oculus Rift, yang merupakan sebuah headset yang dikhususkan  untuk bermain game 3D.
blog_20131006_32
Tidak cukup dengan Sleep Together App, para otaku pun dimanjakan dengan parfum yang dapat membuat aroma tubuh kalian menjadi aroma gadis SMA yang diberi nama parfum Joshikousei.
blog_20131006_4
Dan mungkin sekaranglah saatnya kalian mengucapkan selamat tinggal pada guling kesayangan kalian, karena Sleep Together App dapat mewujudkan impian kalian untuk mempunyai istri dalam dunia virtual yang dapat kalian peluk setiap saat.



Letusan Besar dapat Jadikan Status Situs Warisan Budaya Gunung Fuji Berumur Pendek

130719 fujiHasil dari analisis yang dilakukan oleh National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) dan beberapa lembaga lain yang dirilis pada 16 Juni menyatakan bahwa gaya yang ditimbulkan oleh gempa bumi dengan skala besar dapat menyebabkan retakan internal dalam Gunung Fuji, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, dan menyebabkan letusan besar.
Puncak tertinggi Jepang ini terakhir meletus pada tahun 1707. Tim riset AIST percaya bahwa kondisi gunung berapi yang masih aktif ini sangat mirip dengan kondisi sebelum letusan terakhirnya. Dengan magma yang terakumulasi selama lebih dari 300 tahun, mereka meminta untuk waspada.
Jadi, jika kalian ingin mengunjungi Gunung Fuji yang telah menjadi Situs Warisan Budaya Dunia ini, lebih baik cepat-cepat sebelum terlambat!

Jinichi Kawakami, Sang Ninja Terakhir

130613 ninja1
Sebagai generasi ke-21 dari klan Ban, sebuah klan ninja yang berusia 500 tahun, dan satu-satunya orang yang masih hidup dan telah mempelajari seluruh kemampuan yang diturunkan langsung dari para master ninja, Jinichi Kawakami diakui oleh banyak orang sebagai ninja terakhir di seluruh Jepang.
Pria berusia 63 tahun ini, seorang insinyur yang telah pensiun, mengatakan bahwa ia mulai berlatih seni Ninjutsu pada usia 6 tahun. Ia mulai berlatih pada master Masazo Ishida, seorang master yang berpenampilan sebagai biksu Buddha, dan bahkan tidak menyadari apa yang sedang ia pelajari hingga beberapa tahun kemudian. Ia diharuskan menahan panas dan dingin yang ekstrim, juga sakit dan lapar. Untuk meningkatkan konsentrasinya, ia juga harus memperhatikan sumbu lilin hingga ia dapat merasakan berada di dalam sumbu itu dan berlatih mendengarkan suara jarum yang jatuh pada lantai kayu. Ia memanjat tembok, lompat dari ketinggian, belajar kimia dan membuat peledak, serta mempelajari cuaca dan psikologi. “Latihannya keras dan menyakitkan. Tidak menyenangkan, namun saya tidak banyak berpikir mengapa saya melakukannya. Latihan telah menjadi bagian dari hidup saya,” jelas Kawakami. Tepat sebelum ia berusia 19 tahun, ia mewariskan gelar master-nya, termasuk gulungan dan peralatan tuanya. Walaupun ia tidak pernah mengaku sebagai “ninja terakhir” untuk mencegah perdebatan, ia diakui sebagai master ninja terakhir Jepang.
130613 ninja2
Berbicara mengenai makna menjadi seorang ninja, Kawakami menjelaskan bahwa rahasia pada Ninjutsu terletak pada menangkap orang-orang tanpa mereka sadari, bukan mengajak mereka bertarung, seperti yang banyak ditampilkan pada film-film modern. “Manusia tidak bisa selalu waspada. Selalu ada saat mereka lengah dan kau harus menangkapnya. Sebagai seorang ninja, kau harus mengeksploitasi kelemahan-kelemahan untuk mengalahkan lawan yang lebih besar dan banyak, dan menggunakan taktik distraksi untuk pelarian yang cepat. Bersembunyi dan bergerak dengan tanpa suara hingga mencapai targetnya adalah tugas seorang ninja,” jelas Kawakami. Namun, bagi dirinya sendiri banyak ajaran-ajaran kuno yang masih menjadi misteri. Beberapa tradisi hanya diucapkan dari mulut ke mulut sehingga sulit mengetahui apakah ajaran tersebut sudah diubah-ubah sepanjang tahun. Ajaran lainnya tidak dapat diterapkan lagi di zaman sekarang. “Kami tidak bisa mencoba pembunuhan atau racun. Walaupun kami bisa mengikuti arahan untuk membuat racun, kami tidak bisa mempraktikkannya,” kata Kawakami.
Walaupun ia punya pekerjaan normal seperti orang lain pada umumnya, ia tidak pernah berhenti berlatih Ninjutsu dan masih mahir dalam seni yang mematikan ini. Namun ia tidak ingin menjadikan seseorang penerusnya, yang berarti seluruh rahasia akan mati bersamanya. “Ninja tidak cocok di zaman modern ini,” jelas sang master mengenai keputusannya. Namun, bagi mereka yang ingin tahu lebih lanjut mengenai ninja sungguhan, ia meninggalkan Iga-ryu Ninja Museum dan trickhouse-nya yang dilengkapi tangga tersembunyi, pintu jebakan, dan kotak pedang di bawah lantai.




Koreografer Jepang Hidupkan Kembali Karya Shakespeare

23 timoAmbillah satu koreografer tari kontemporer Mikuni Yanaihara dan aplikasikan pekerjaan mutakhirnya ke dalam salah satu karya William Shakespeare, “Timon of Athens” – apa yang kau dapat? Ya, sebuah penghargaan.
Yanaihara menerima penghargaan bergengsi Kishida Kunio Drama Award tahun lalu atas karyanya, “Hey Timon, Let’s Think Positive!/Maemuki Timon”. Kini, masyarakat Jepang berkesempatan untuk menyaksikannya langsung di Tokyo sejak 22 Agustus hingga 2 September mendatang dan di Nagoya pada 7 dan 8 September mendatang.
Walaupun latar dari drama ini berubah, dari Athena ke Jepang modern, karakternya tetap dirancang seperti aslinya. Timon yang kaya namun bernasib buruk, diperankan oleh aktor Shoichiro Suzuki, masih menghabiskan hidupnya dengan dilanda kebosanan akibat ketidaktegasannya dan usahanya yang sedikit untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.
Yanaihara ingin menyampaikan pesan positif dengan karyanya, yang sepertinya menjadi alasannya untuk mengubah akhir cerita asli dari penderitaan yang hina menjadi sesuatu yang melihat ke depan dengan keberanian.
Tidak mudah untuk bersikap positif tiap waktu. Kadang manusia menyelesaikan hidupnya tanpa mendapatkan apapun, seperti Timon dalam drama Shakespeare, namun walau begitu kita tidak boleh berhenti percaya bahwa ada energi menakjubkan di suatu tempat, menanti untuk kita hampiri,” jelas Yanaihara.
Drama ini akan ditampilkan hingga 2 September di Komaba Agora Theater, Tokyo, dan akan dilanjutkan di Nanatsudera Kyodo Studio, Nagoya, pada 7 dan 8 September. Tiket masuknya dijual seharga 2500 yen untuk pelajar dan 2800 yen untuk umum.


Para pemanah Jepang membidik dalam pameran kyudo pertama di Nagoya

kyudowomen
Sekitar 120 pemanah dari para siswa SMA hingga praktisi berumur 87 tahun memamerkan akurasi mereka dalam demonstrasi tahun baru pertama dari kyudo, atau panahan tradisional Jepang, di kuil Gogokujinja Prefektur Aichi pada 4 Januari yang lalu.
Pada awalnya, para wanita pemanah yang mengenakan kimono berwarna-warni berlengan panjang menembakkan panah yang ditujukan pada target sejauh 28 meter secara bergilir. Ketika panah mengenai tandanya, yang masing-masing berdiameter 36 sentimeter, para penonton bertepuk tangan di acara akurasi tersebut. Salah satu pemanah yang meleset dari target berjanji akan bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkannya.
“(Saat anak panah saya tidak mencapai target) praktek saya tidak cukup,” kata Naoko Nishida, 23 tahun, seorang senior dari Nanzan University. “Ketika saya mulai bekerja tahun ini, saya harus membuat upaya seperti saya memulai lagi saat masih menjadi mahasiswa baru.”