Anak remaja yang sering mendengar teriakan atau ancaman dari orang tuanya mempunyai risiko yang besar untuk mengalami depresi dan berperilaku menyimpang, salah satunya adalah melanggar peraturan.
Agresi verbal ataupun fisik sama-sama berdampak buruk bagi anak
Dalam penelitiannya, Mahoney menjabarkan jika semua anak yang diteliti pernah dirujuk ke klinik terdekat karena masalah perilaku dan penyakit mental. Ibu mereka diketahui melakukan kekerasan baik secara verbal ataupun fisik sehingga anak-anak tersebut cenderung mengalami peningkatan risiko depresi dan masalah perilaku. Tidak hanya ibu, para ayah yang melakukan tindakan serupa juga memberikan dampak yang sama pada anak-anaknya.
Remaja yang mendapatkan kekerasan fisik dari orang tua seperti dipukul atau diancam menggunakan benda tajam, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah perilaku dan penyakit mental. Pemimpin penelitian tersebut, Michelle Leroy, mengatakan bahwa ‘serangan’ verbal orang tua terhadap anak remajanya sama merusaknya dengan perlakuan kekerasan fisik yang parah, terutama dalam keluarga yang memiliki masalah terkait dengan kesehatan mental.
Hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Child Abuse & Neglect ini melibatkan remaja bermasalah berusia 11-18 tahun. Mereka diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah mereka pernah dipukul atau mendapatkan kekerasan lainnya selama kurun waktu setahun terakhir. Orang tua mereka juga ikut dilibatkan, dan diminta untuk melaporkan perilaku mereka dalam frame yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar