Komet, yang biasa disebut sebagai bintang berekor, adalah sebuah benda di tata surya yang mengelilingi Matahari dengan orbit tertentu: bisa secara periodik dan bisa juga non-periodik (hanya mengelilingi sekali saja). Sebuah komet biasanya berasal dari tepi tata surya yang dingin sehingga mengandung batuan es. Ketika komet semakin dekat dengan Matahari, es di tubuhnya akan menguap dan menghasilkan koma (bagian pusat komet serupa atmosfer) serta ekor gas. Gas tersebut akan terionisasi oleh pancaran ultraungu Matahari sehingga memancarkan cahaya biru. Karena dipengaruhi oleh Matahari, maka ekor gas dari sebuah komet akan selalu membelakangi posisi Matahari. Selain ekor gas, ada juga ekor debu yang dihasilkan dari pergerakan komet. Ekor ini biasanya berbentuk melengkung dan membelakangi arah gerak komet.
Di tata surya kita sudah ditemukan banyak komet. Pola penamaan pun menjadi hal yang cukup penting supaya semua orang tidak bisa sesuka hati menamai komet yang ditemukannya. Sejak tahun 1994, IAU mengadopsi sistem penamaan yang baru dan lebih mudah dibanding sistem sebelumnya. Setiap komet akan dinamai dengan kode yang menerangkan sifat orbitnya, lalu tahun penemuannya, sebuah huruf yang mengindikasikan urutan penemuannya berdasarkan periode setengah bulan (kecuali huruf I dan Z) dan angka yang menandakan urutan penemuan di periode tersebut. Berikut ini kode sifat orbit komet yang digunakan:
- P/ komet periodik, yaitu komet yang memiliki periode orbit kurang dari 200 tahun atau teramati di perihelionnya lebih dari sekali.
- C/ komet non-periodik.
- X/ komet yang tidak diketahui orbitnya, biasanya adalah komet di masa lalu.
- D/ komet periodik yang telah hilang atau terdisintegrasi.
- A/ komet yang salah diidentifikasi, padahal sebuah planet minor.
Di akhir bulan Februari lalu, komet Panstarrs sudah dapat diamati dari Bumi belahan selatan di langit timur pagi hari. Kecerlangannya saat itu adalah pada magnitudo 2,6 atau seterang bintang-bintang di rasi Ursa Major (dikenal juga dengan sebutan bintang tujuh dan dari bentuknya yang serupa gayung) di langit utara. Berdasarkan perhitungan terbaru, komet Panstarrs ini diperkirakan bisa mencapai kecerlangan maksimum 1,6 atau seterang 3 bintang di sabuk Orion pada pekan kedua bulan Maret 2013.
Simulasi kenampakan komet tanggal 13 Maret setelah Matahari terbenam (Sumber: http://waitingforison.wordpress.com/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar