Kosmologi, berasal dari bahasa Yunani kosmos (κόσμος, "dunia") dan akhiran -logia dari logos (λόγος, "pembelajaran") dapat dipahami sebagai upaya meneliti alam semesta secara keseluruhan.
Pengamatan atas struktur skala besar alam semesta, yaitu cabang yang dikenal sebagai kosmologi fisik,
telah menyumbangkan pemahaman yang mendalam tentang formasi dan evolusi
jagat raya. Salah satu teori yang paling penting (dan sudah diterima
luas) adalah teori Dentuman Besar, yang menyatakan bahwa dunia bermula pada satu titik dan mengembang selama 13,7 milyar tahun sampai ke masa sekarang.[71] Gagasan ini bisa dilacak kembali pada penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada tahun 1965.[71]
Selama proses pengembangan ini, alam telah mengalami beberapa tingkat evolusi. Pada awalnya, diduga bahwa terdapat inflasi kosmik yang sangat cepat, mengakibatkan homogenisasi pada kondisi-kondisi awal. Setelah itu melalui nukleosintesis dihasilkan ketersediaan unsur-unsur untuk periode awal alam semesta.[71] (Lihat juga nukleokosmokronologi.)
Ketika atom-atom pertama bermunculan, antariksa menjadi transparan
terhadap radiasi, melepaskan energi yang sekarang dikenal sebagai
radiasi CMB. Alam semesta yang tengah mengembang pun memasuki Zaman
Kegelapan, sebab tidak ada sumber daya bintang yang bisa memancarkan
cahaya.[72]
Susunan materi yang hierarkis mulai terbentuk lewat variasi-variasi
kecil pada massa jenis. Materi lalu terhimpun pada daerah-daerah dengan
massa jenis yang paling tinggi, melahirkan awan-awan gas dan
bintang-bintang yang paling purba (metalisitas III). Bintang-bintang besar ini memicu proses reionisasi
dan dipercaya telah menciptakan banyak unsur-unsur berat pada alam
semesta dini; unsur-unsur ini cenderung meluruh kembali menjadi
unsur-unsur yang lebih ringan, memperpanjang siklus.[73]
Pengumpulan yang dipicu oleh gravitasi mengakibatkan materi membentuk
filamen-filamen dan menyisakan ruang-ruang hampa di antaranya. Lambat
laun, gas dan debu melebur dan membentuk galaksi-galaksi primitif.
Lama-kelamaan semakin banyak materi yang ditarik, dan tersusun menjadi
grup dan gugusan galaksi. Pada akhirnya, maha-gugusan yang lebih besar
pun terwujud.[74]
Benda-benda lain yang memegang peranan penting dalam struktur alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
Benda-benda inilah yang ternyata merupakan komponen utama dunia kita,
di mana massa mereka mencapai 96% dari massa keseluruhan alam semesta.
Oleh sebab itu, upaya-upaya terus dibuat untuk meneliti dan memahami
segi fisika benda-benda ini.[75]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar