Seperti apa koordinat yang digunakan untuk mengenali posisi objek langit? Terdapat setidaknya tiga macam koordinat langit, yaitu koordinat alt-azimuth, ekuatorial, dan galaktik. Artikel kali ini akan membahas koordinat ekuatorial saja, sedangkan yang lainnya akan dibahas di artikel yang berbeda.
Posisi dalam koordinat ekuator ditentukan berdasarkan dua sumbu atau titik asal, sama seperti di Bumi. Namun jika di Bumi digunakan lintang yang dihitung dari ekuator dan bujur yang dihitung dari Greenwich, maka di koordinat ekuatorial ada deklinasi (?) yang dihitung dari ekuator langit dan asensiorekta (right ascension, ?) yang dihitung dari titik ?/aries (vernal equinox). Titik aries itu sendiri didefinisikan sebagai titik perpotongan antara ekuator dengan ekliptika (bidang orbit bumi terhadap matahari).
Deklinasi dihitung 0° untuk ekuator, positif hingga 90° ke arah kutub utara langit dan negatif hingga -90° ke arah kutub selatan langit. Sedangkan asensiorekta dihitung berlawanan arah jarum jam hingga 24 jam (360°). Untuk memperjelas, jika titik aries ada di meridian (garis yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan melewati zenith), maka RA dihitung ke timur.
Jadi, apabila kita ingin menggunakan teleskop untuk mengamati objek yang redup dan tidak mudah dilihat dengan mata, cukup cari deklinasi dan asensiorekta objek tersebut. Lalu atur teleskop dengan menggunakan kedua nilai koordinat objek tersebut. Namun tentunya kita harus melakukan kalibrasi terlebih dahulu pada teleskop kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar