Rabu, 22 Januari 2014

Koordinat Langit Ekuatorial


Jika kita melihat sebuah komet di langit, bagaimana cara kita memberitahu teman kita di tempat lain agar dia dapat melihatnya? Tentunya kita harus beritahukan lokasinya seakurat mungkin. Sama seperti jika kita ingin seorang teman tahu tempat kita tinggal, pasti kita berikan alamat rumah kita. Semua objek di langit seperti komet tadi, bintang-bintang, planet, galaksi dan bermacam objek lainnya, juga memiliki “alamat” tertentu yang tidak mungkin disamai satu sama lain. Alamat yang dimaksud di sini adalah koordinat. Jadi, apabila kita berikan koordinat komet tersebut, dia pasti bisa menemukan dan mengamatinya.

Seperti apa koordinat yang digunakan untuk mengenali posisi objek langit? Terdapat setidaknya tiga macam koordinat langit, yaitu koordinat alt-azimuth, ekuatorial, dan galaktik. Artikel kali ini akan membahas koordinat ekuatorial saja, sedangkan yang lainnya akan dibahas di artikel yang berbeda.
Koordinat Ekuatorial
Bola langit
Posisi dalam koordinat ekuator ditentukan berdasarkan dua sumbu atau titik asal, sama seperti di Bumi. Namun jika di Bumi digunakan lintang yang dihitung dari ekuator dan bujur yang dihitung dari Greenwich, maka di koordinat ekuatorial ada deklinasi (?) yang dihitung dari ekuator langit dan asensiorekta (right ascension, ?) yang dihitung dari titik ?/aries (vernal equinox). Titik aries itu sendiri didefinisikan sebagai titik perpotongan antara ekuator dengan ekliptika (bidang orbit bumi terhadap matahari).
Ekuator dan Ekliptika
Bola langit ekuatorial
Deklinasi dihitung 0° untuk ekuator, positif hingga 90° ke arah kutub utara langit dan negatif hingga -90° ke arah kutub selatan langit. Sedangkan asensiorekta dihitung berlawanan arah jarum jam hingga 24 jam (360°). Untuk memperjelas, jika titik aries ada di meridian (garis yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan melewati zenith), maka RA dihitung ke timur.
Deklinasi dan asensiorekta
Deklinasi dan asensiorekta
Jadi, apabila kita ingin menggunakan teleskop untuk mengamati objek yang redup dan tidak mudah dilihat dengan mata, cukup cari deklinasi dan asensiorekta objek tersebut. Lalu atur teleskop dengan menggunakan kedua nilai koordinat objek tersebut. Namun tentunya kita harus melakukan kalibrasi terlebih dahulu pada teleskop kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar